Selasa, 04 Desember 2012

TOMAKI 2012

Alhamdulillah kegiatan Training Organisasi Mahasiwa Kimia (TOMAKI) 2012 yang telah dilaksanakan pada tanggal 30 november-2 desember 2012 berjalan lancar. terimakasih kepada seluruh Panitia atas kerjasamanya. dan kami selaku panitia juga mengucapkan terimakasih kepada alumni dan senior yang telah menyisihkan waktunya untuk hadir dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. kritik dan saran selalu kita butuhkan untuk kemajuan himpunan kami

berikut ini adalah dokumentasi kegiatan TOMAKI 2012


















Senin, 26 November 2012

Misteri Hilangnya Xenon



 
 Para astrokimiawan dan geokimiawan telah lama penasaran dengan fakta bahwa gas mulia xenon itu jauh lebih sedikit ditemukan di atmosfir dan di kulit bumi dibanding di matahari (dilihat dari spektrum sinarnya) dan meteor-meteor. Satu penjelasan yang disodorkan adalah bahwa unsur ini tersembunyi dalam senyawa kimia yang terbentuk pada temperatur dan tekanan yang sangat tinggi di inti bumi. (Walaupun secara umum gas-gas mulia bersifat inert (tidak/sukar bereaksi dengan zat-zat lain), sebagian dari mereka, terutama argon dan xenon dapat membentuk senyawa kimia). Jules Verne, seorang novelis fiksi sains bangsa Perancis abad ke-19 pernah menulis buku dengan judul “Journey to the Center of the Earth” pada tahun 1864. Di dalam novel ini dia bercerita tentang seorang ilmuwan yang menemukan jalan menuju ke pusat bumi melalui gunung berapi yang sudah tidak aktif lagi. Ide yang dicetuskan Verne sangat maju untuk waktu itu. Bahkan sampai sekarang pun, keinginan manusia untuk menjelajahi perut bumi sampai ke dasarnya belum terealisasikan. Banyak para ilmuwan (termasuk kimiawan yang penasaran ingin membuktikan penjelasan tentang xenon di atas) yang ingin dapat ikut serta dalam penjelajahan tersebut kalau sudah ada kendaraan yang diciptakan khusus untuk ekspedisi ini. Tetapi justru karena belum adanya kendaraan inilah, para geokimiawan di University of California, Berkeley putar otak untuk membuktikan penjelasan tersebut dengan cara lain. Satu tim ilmuwan yang dipimpin oleh Wendel A. Caldwell dan Raymond Jeanloz mencoba membuat senyawa kimia antara unsur besi dan xenon pada suhu 3000 K dan tekanan sampai 70 Gpa di dalam diamond anvil cell yang dipanasi dengan laser. Mereka memonitor hasilnya memakai teknik difraksi sinar X, yang pada prinsipnya adalah memonitor perubahan jarak antar atom-atom. Walaupun mereka berhasil melihat perubahan fase unsur xenon itu sendiri (yang biasanya memang terbentuk pada kondisi ekstrim yang mereka tiru di lab), tetapi mereka tidak mendeteksi terbentuknya senyawa antara xenon dan besi. Mereka pun menyelidiki lebih mendalam masalah ini memakai teori-teori kimia yang mereka kuasai. Ternyata setelah menghitung-hitung senyawa hipotesa xenon dan besi, mereka berkesimpulan bahwa ikatan kimia yang terbentuk antara atom-atom Xe-Fe terlalu lemah dan energi yang dihasilkan tidak dapat melepas ikatan Fe-Fe yang lebih kuat. Kembali ke soal misteri “hilangnya xenon”, para ilmuwan tersebut akhirnya menyatakan bahwa problem ini harus dijelaskan dengan mekanisme yang lain. Mereka berkesimpulan, “pola keberadaaan gas-gas mulia ini sepertinya terbentuk sebelum bumi dan planet-planet lain terbentuk secara sempurna; bukannya berubah setelah itu karena terperangkapnya gas-gas di inti bumi”. [YM] (diterjemahkan dan disadur dari artikel “Accouting for Missing Xenon”, G. Marc Loudon, Purdue University)

Sabtu, 24 November 2012

Graduation 2012

Hari ini 24 November 2012, Wisudawan dan wisudawati Universitas Pakuan dari jenjang Pasca Sarjana, Sarjana dan Ahli madya sedang diwisuda oleh Bapak rektor Bibin Rubini di Lapangan Kampus. Dari mahasiswa/i kimia yang diwisuda hari ini adalah sebanyak 23 orang, lebih banyak dari graduation gelombang pertama bulan mei kemarin.

So, Happy Graduation untuk kakak kakak, semoga gelar yang disandang bermanfaat untuk diri sendiri dan masyarakat serta bangsa dan agama.. amiiin.
Selamat berjuang dan Sukses slalu!




Minggu, 14 Oktober 2012

Kaka Angkat 2012

Seperti program kerja yang telah kita buat dan rutin dilaksanakan setiap tahunnya, Kaka angkat 2012 diadakan pada hari selasa kemarin, 9 oktober 2012 di kebun raya bogor. Acara ini dihadiri oleh Mahasiswa/i Kimia angkatan 2012, Anggota Himpunan Mahasiswa Kimia 2011 dan 2010, serta dihadiri juga oleh perwakilan dari Senior 2009 dan 2008.
Alhamdulillah, acara berjalan dengan lancar dan sesuai rencana. acara diisi dengan perkenalan seluruh anggota Himaska beserta senior, kemudian ada juga beberapa games, makan bersama dan tentunya pembagian kaka angkat.

Berikut dokumentasinya:







Sabtu, 13 Oktober 2012

MAKRAB 2011

Makrab (Malam Keakraban) ini bertujuan untuk mempererat silaturrahmi antara seluruh keluarga besar HIMASKA serta Senior  Himaska. acara ini juga merupakan acara pelepasan jaket untuk angkatan 2011.

Acara ini dihadiri oleh seluruh anggota Himaska 2011. himaska 2010 dan perwakilan senior 2008 dan 2009. acara diisi dengan makan bersama dan sharing mengenai Himaska.

Dan kami panitia pelaksana mengucapkan terimakasih kepada seluruh keluarga besar Himaska yang telah menyempatkan untuk menghadiri acara kami. semoga acara ini akan terus dilaksanakan sebagai acara untu bersilaturahmi antar seluruh keluarga besar Himaska.

Dokumentasi Makrab:

 simbolis pelepasan Jacket




Keluarga besar HIMASKA

Kamis, 04 Oktober 2012

Minyak Atsiri dari Daun Jeruk Purut: Proses Penyulingan dan Ekstraksi

Minyak atsiri dari jeruk purut dapat diperoleh dengan melakukan penyulingan. Namun sebelum menjelaskan tentang proses penyulingan tersebut, ada baiknya jika meninjau lebih jauh tentang tanaman jeruk purut ini.

JerukPurut Penghasil Minyak Atsiri

jeruk purut Minyak Atsiri dari Daun Jeruk Purut: Proses Penyulingan dan Ekstraksi
Jeruk purut adalah salah satu anggota suku jeruk-jerukan, Rutacea, dari jenis Citrus. Nama latinnya adalah Citrus hystrix. Buahnya tidak umum dimakan, karena tak enak rasanya. Banyak mengandung asam dan berbau wangi agak keras.  Tinggi pohonnya antara 2-12 meter. Batangnya agak kecil, bengkok atau bersudut dan bercabang rendah. Batang yang telah tua berbentuk bulat, berwarna hijau tua, polos atau berbintik-bintik. Daun jeruk purut berwarna hijau kekuningan dan berbau sedap. Bentuknya bulat dengan ujung tumpul dan bertangkai. Tangkai daun bersayap lebar, sehingga hampir menyerupai daun. Daun ini banyak dipakai untuk bumbu masakan. Buah jeruk purut lebih kecil dari kepalan tangan, bentuknya seperti buah pir, tetapi banyak tonjolan dan berbintil. Kulit buahnya tebal dan berwarna hijau. Buah yang matang benar berwarna sedikit kuning. Warna daging buahnya hijau kekuningan, rasanya sangat masam dan agak pahit.

Proses Penyulingan dan Ekstraksi Minyak Atsiri

Jika daun jeruk purut itu disuling, dihasilkan minyak atsiri yang dari tidak berwarna (bening) sampai kehijauan (tergantung cara ekstraksi), minyak atsiri berbau harum mirip bau daun (jeruk purut). Minyak atsiri hasil destilasi (penyulingan) menggunakan uap mengandung 57 jenis komponen kimia. Yang utama dan terpenting adalah sitronelal dengan jumlah 81, 49%, sitronelol 8,22%, linalol 3,69% dan geraniol 0,31%. Komponen lainnya ada dalam jumlah yang sedikit.
Ekstrasi yang dilakukan menggunakan pelarut meliputi persiapan bahan, mencampur, mengaduk dan memanaskan bahan dan pelarut serta memisahkan pelarut dari minyak atsiri. Metode ekstraksi yang digunakan antara lain destilasi uap, destilasi dengan cara Likens-Nickerson, maserasi dan perkolasi.
Pelarut yang banyak digunakan untuk mengekstraksi minyak atsiri adalah etanol, heksana, etilen diklorida, aseton, isopropanol dan metanol. Penyulingan atau destilasi uap dilakukan dengan cara menimbang daun jeruk purut sesuai dengan kapasitas tangki penyulingan, kemudian dirajang (dipotong kecil-kecil). Proses penyulingan minyak atsiri dilakukan selama 6 jam. Minyak atsiri yang diperoleh dipisahkan dari air dengan menggunakan labu pemisah minyak. Destilasi menggunakan alat yang sama dengan destilasi uap, hanya rajangan daun jeruk purut langsung dicampur dengan air dan dididihkan. Dalam destilasi uap, rajangan dipisahkan dari air mendidih oleh suatu kawat kasa, hingga hanya terkena uapnya. Proses penyulingan dan pemisahan minyak atsirinya juga sama.
Cara Likens-Nickerson (alatnya disebut ekstraktor Lickens-Nickerso) merupakan ekstraksi minyak atsiri dalam skala laboratorium. Rajangan daun jeruk purut dicampur dengan air suling, lalu diletakkan dalam labu erlenmeyer 1 liter. Pelarut ditempatkan dalam labu didih 50 ml (labu ini berhubungan dengan labu erlenmeyer melalui pipa gas dan kondensor). Kedua labu dipanaskan sampai mendidih hingga minyak atsiri tersuling secara simultan selama 3 jam. Pemisahan minyak atsiri dari pelarutnya dilakukan dengan penguapan pada tekanan rendah. Pada cara maserasi, daun jeruk purut yang telah dihancurkan direndam dalam tangki tertutup dan didiamkan beberapa hari. Selama itu dilakukan pengadukan beberapa kali supaya larutan minyak atsiri merata. Selanjutnya dilakukan penyaringan dan pengepresan, hingga diperoleh cairan pelarut. Penjernihan dilakukan dengan pengendapan atau penyaringan. Sedangkan perkolasi adalah melarutkan minyak atsiri dari hancuran daun jeruk purut dengan pelarut yang mengalir. Seperti halnya maserasi, daun dihancurkan lebih dulu supaya ekstraksi berlangsung lebih cepat. Hancuran jeruk purut itu kemudian dialiri dengan pelarut pada sebuah perkolator. Setelah proses dianggap selesai, cairan yang diperoleh dipisahkan minyak atsirinya dengan cara penyulingan.

sumber: http://artikelkimia.com

Sabtu, 11 Agustus 2012

Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim Piatu

Pada bulan ramadhan tahun ini HIMASKA kembali melaksanakan program kerja rutin pada bulan ramadhan yaitu Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim Piatu. Acara tersebut telah dilaksanakan pada hari sabtu 28 juli 2012 bertempat di Masjid Al-Kautsar Universitas Pakuan dengan mengundang 20 anak dari panti asuhan Al-Kahfi.

Acara diisi dengan sambutan dari Ketua Jurusan kimia Unpak yakni Bapak Drs. Husain Nashrianto, M.Si; sambutan Ketua HIMASKA yakni Romi Aulia Rahman; dan sambutan dari Ketua pelaksana yakni Davit Permana. Kemudian tausiah disusul dengan solat magrib berjamaah dan Buka puasa bersama, dan terakhir santuna dari HIMASKA kepada panti asuhan Al Kahfi serta pemberian Infak sodaqoh untuk Masjid Al Kautsar.

berikut dokumentasinya:

Foto bersama panitia dan peserta Buka puasa bersama


 Penyerahan santunan secara simbolis oleh ketua

 Penyerahan parcel kepada penceramah oleh ketua HIMASKA


Sabtu, 07 Juli 2012

Daya Kerja Deterjen

Sebagai bahan pembersih lainnya, deterjen merupakan buah kemajuan teknologi yang memanfaatkan bahan kimia dari hasil samping penyulingan minyak bumi, ditambah dengan bahan kimia lainnya seperti fosfat, silikat, bahan pewarna, dan bahan pewangi. sekitar tahun 1960-an, deterjen generasi awal muncul menggunakan bahan kimia pengaktif permukaan (surfaktan) Alkyl Benzene Sulfonat (ABS) yang mampu menghasilkan busa. Namun karena sifat ABS yang sulit diurai oleh mikroorganisme di permukaan tanah, akhirnya digantikan dengan senyawa Linier Alkyl Sulfonat (LAS) yang diyakini relatif lebih akrab dengan lingkungan.

Pada banyak negara di dunia penggunaan ABS telah dilarang dan diganti dengan LAS. Sedangkan di Indonesia, peraturan mengenai larangan penggunaan ABS belum ada. Beberapa alasan masih digunakannya ABS dalam produk deterjen, antara lain karena harganya murah, kestabilannya dalam bentuk krim/pasta dan busanya melimpah.

Penggunaan sabun sebagai bahan pembersih yang dilarutkan dengan air di wilayah pegunungan atau daerah pemukiman bekas rawa sering tidak menghasilkan busa. Hal itu disebabkan oleh sifat sabun yang tidak akan menghasilkan busa jika dilarutkan dalam air sadah (air yang mengandung logam-logam tertentu atau kapur). Namun penggunaan deterjen dengan air yang bersifat sadah, akan tetap menghasilkan busa yang berlimpah.

Sabun maupun deterjen yang dilarutkan dalam air pada proses pencucian, akan membentuk emulsi bersama kotoran yang akan terbuang saat dibilas. Namun ada pendapat keliru bahwa semakin melimpahnya busa air sabun akan membuat cucian menjadi lebih bersih. Busa dengan luas permukaannya yang besar memang bisa menyerap kotoran debu, tetapi dengan adanya surfaktan, pembersihan sudah dapat dilakukan tanpa perlu adanya busa.

Opini yang sengaja dibentuk bahwa busa yang melimpah menunjukkan daya kerja deterjen adalah menyesatkan. Jadi, proses pencucian tidak bergantung ada atau tidaknya busa atau sedikit dan banyaknya busa yang dihasilkan. Kemampuan daya pembersih deterjen ini dapat ditingkatkan jika cucian dipanaskan karena daya kerja enzim dan pemutih akan efektif. Tetapi, mencuci dengan air panas akan menyebabkan warna pakaian memudar. Jadi untuk pakaian berwarna, sebaiknya jangan menggunakan air hangat/panas.

Pemakaian deterjen juga kerap menimbulkan persoalan baru, terutama bagi pengguna yang memiliki sifat sensitif. Pengguna deterjen dapat mengalami iritasi kulit, kulit gatal-gatal, ataupun kulit menjadi terasa lebih panas usai memakai deterjen.
 
Sumber : http://www.forumsains.com

Jumat, 29 Juni 2012

Efek Toksik Merkuri Metalik (Hg0)

Merkuri dilambangkan dengan Hg, akronim dari Hydragyrum yang berarti perak cair. Merkuri merupakan salah satu unsur logam yang terletak pada golongan II B pada sistem periodik, dengan nomor atom 80 dan nomor massa 200.59.  Logam merkuri dihasilkan secara alamiah diperoleh dari pengolahan  bijihnya, Cinabar, dengan oksigen (Palar;1994).
Logam merkuri yang dihasilkan  ini, digunakan dalam sintesa senyawa senyawa anorganik dan organik yang mengandung merkuri. Dalam kehidupan sehari-hari, merkuri berada dalam tiga bentuk dasar, yaitu : merkuri metalik, merkuri anorganik dan merkuri organik
Merkuri metalik dikenal juga dengan istilah merkuri unsur (mercury element), merupakan bentuk logam dari merkuri. logam ini berwarna perak. Jenis merkuri ini digunakan pada alat-alat laboratorium seperti termometer raksa, termostat, spignometer, barometer dan lainya. Secara umum logam merkuri memiliki karakteristik sebagai berikut, Berwujud cair pada suhu kamar (250C) dengan titik beku (-390C). Merupakan logam yang paling mudah menguap. Memiliki tahanan listrik yang sangat rendah, sehingga digunakan sebagai penghantar listrik yang baik. Dapat membentuk alloy dengan logam lain (disebut juga dengan amalgam)
Merkuri metalik digunakan secara luas dalam industri, diantaranya sebagai katoda dalam elektrolisis natrium klorida untuk menghasilkan soda kautik (NaOH) dan gas klorin. Logam ini juga digunakan proses ektraksi logam mulia, terutama ekstraksi emas dari bijihnya, digunakan juga sebagai katalis dalam industri kimia serta sebagai zat anti kusam dalam cat.
Merkuri metalik dapat masuk kedalam tubuh manusia melalui saluran pernapasan. Termometer merkuri yang pecah merupakan salah satu contohnya. Ketika termometer pecah, sebagian dari merkuri menguap ke udara. Merkuri metalik tersebut dapat terhirup oleh manusia yang berada di dekatnya.
Delapan puluh persen  (80%) dari merkuri uap  yang terhirup, diabsorbsi oleh alveoli paru-paru. Merkuri metalik ini masuk dalam sistem peredaran darah manusia dan dengan bantuan hidrogen peroksidase merkuri metalik akan dikonversi menjadi merkuri anorganik.
Penggunaan merkuri metalik yang lain dan paling umum adalah pada amalgam gigi. Amalgam gigi mengandung 50 % unsur merkuri, 35 % perak, 9 % timah 6 % tembaga dan seng.  Amalgam  ini digunakan sebagai penambal gigi berlobang.
Tambalan amalgam melepaskan partikel mikroskopik dan uap merkuri. Kegiatan mengunyah dan  meminum makanan dan minuman yang panas menaikan frekuensi lepasnya tambalan gigi. Uap merkuri tersebut akan di serap oleh akar gigi, selaput lendir dari mulut dan gusi, dan ditelan, lalu sampai ke kerongkongan dan saluran cerna.
Merkuri metalik dalam saluran gastrointestinal akan dikonversi menjadi merkuri sulfida dan diekskresikan melalui feces. Para peneliti dari Universitas Of Calgari melaporkan bahwa 10 % merkuri yang berasal dari amalgam pada akhirnya terakumulasi di dalam organ-organ tubuh (McCandless;2003)
Merkuri metalik larut dalam lemak dan didistribusikan keseluruh tubuh. Merkuri metalik dapat menembus Blood-Brain Barier (B3) atau Plasenta Barier. Keduanya merupakan selaput yang melindungi otak atau janin dari senyawa yang membahayakan. Setelah menembus Blood-Brain Barier, merkuri metalik akan terakumulasi dalam otak. Sedangkan merkuri yang menembus  Placenta Barier akan merusak pertumbuhan dan perkembangan janin.
Sumber:
http://www.forumsains.com

Sabtu, 16 Juni 2012

Lomba Cepat tepat Kimia (LCTK) Tingkat SMA se-Kota dan Kabupaten Bogor

Sebelumnya kami mohon maaf yang sebesar besarnya atas keterlambatan admin untuk mempostingbeberapa even dan program kerja HIMASKA, karena ada beberapa faktor salah satunya keterbatasan fasilitas yang admin miliki. Mohon maklum adanya

Lomba Cepat tepat Kimia (LCTK) Tingkat SMA se-Kota dan Kabupaten Bogor dilaksanakan pada tanggal 28 s/d 30 mei 2012.
Acara tersebut terdiri dari Lomba Cepat tepat Kimia  yang melalui beberapa tahap seleksi. Tahap pertama pengisian pilihan ganda. Tahap kedua Presentasi dengan materi yang telah ditentukan panitia, dan tahap ketiga Cerdas cermat Kimia.

Setelah melalui beberapa tahap tersebut akhirnya didapat 3 pemenang, yaitu:
Juara I SMAN 5 Kota bogor
Juara II MAN 2 Bogor Grup B
Juara III MAN 2 Bogor grup A

Sedangkan pada hari terakhir ditutup dengan Seminar tentang "KIMIA DISEKITAR KITA: MASA KINI DAN MASA YANG AKAN DATANG" dengan Bapak Judhi Rahmat, Ph.D sebagai pembicara.

Secara keseluruh acara berjalan dengan lancar walaaupun masih banyak terdapat kekurangan baik daloam persiapan maupun pelaksanaannya. Kami Panitia LCTK mengucapkan terimakasih kepada Seluruh Peserta yang ikut berpartisipasi dalam acara ini, keepada seluruh Panitia yang telah bekertja sama demi terwujudnya acara ini dan kepada Senior, alumni serta Dosen Kimia yang telah membantu baik dari dukungan maupun materi serta yang terakhir kepada para sponsor yang telah merealisdasikan permohonan dana demi terlaksananya acara ini. Sekali lagi kami ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam acara ini serta permohonan maaf yang sebesar besarnya karena dalam pelaksanaannnya masih banyak terdapat kekurangan.

Dan kami ucapkan Selamat kepada para pemenang dan Tetap semangat untuk para peserta yang belum beruntung. Sampai jumpa di 'OKA' tahun depan..

Salam HIMASKA

Senin, 30 April 2012

Rocket Kimia Beragam Warna

Tahukah Anda?

Api dari rocket kimia ini tanpa bantuan korek api




PENJELASAN LEBIH LENGKAPNYA SEDERHANA SAJA....

Reaksi dari KCLO3 ( kalium klorat merupakan oksidator yang sangat kuat’, jauhkan dari bahan-bahan yang mudah terbakar, senyawa organik, dan reduktor kuat ) dengan H2SO4 pekat menghasilkan gas oksigen (O2) yang sangat aktif sehingga menimbulkan pembakaran. Timbul warna-warni pada nyala api karena adanya elektron-elektron yang tereksitasi ( naik ke tingkat energi yang lebih tinggi ) lalu kembali ke keadaan semula sambil memancarkan panjang gelombang sinar tampak yang berbeda-beda. Contohnya besi memberikan warna kuning, tembaga warna hijau, stronsium memberikan warna merah, dan kalium memberikan warna ungu kemerahan pada nyala api...
                    sistem dari percobaan ini tak lain untuk menambah wawasan kita dalam menggunakan teori atom untuk menjelaskan tentang spektrum warna yang dihasilkan dan memahami bahwa reaksi nyala dapat digunakan untuk mengidentifikasi unsur secara kualitatif serta mengetahui asal mula pembuatan kembang api...
Menarik bukan...???
                    tak perlu memerlukan pemikiran yang rumit.. mulailah dengan hal-hal sederhana yang bisa membuat orang lain kagum.. karena “chemistry is arts”..  

SEBELUMNYA KAMI INGATKAN JANGAN MENCOBA PERCOBAAN INI JIKA TANPA PENGETAHUAN lebih dari  SIFAT DAN TAKARAN  BAHAN KIMIA INI KARENA BISA BERAKIBAT FATAL....
DEMI KEAMANAN DAN KETERTIBAN KAMI merahasiakan  PROSEDUR DAN TAKARANNYA....