Alhamdulillah kegiatan Training Organisasi Mahasiwa Kimia (TOMAKI) 2012 yang telah dilaksanakan pada tanggal 30 november-2 desember 2012 berjalan lancar. terimakasih kepada seluruh Panitia atas kerjasamanya. dan kami selaku panitia juga mengucapkan terimakasih kepada alumni dan senior yang telah menyisihkan waktunya untuk hadir dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. kritik dan saran selalu kita butuhkan untuk kemajuan himpunan kami
berikut ini adalah dokumentasi kegiatan TOMAKI 2012
Selasa, 04 Desember 2012
Senin, 26 November 2012
Misteri Hilangnya Xenon
Para astrokimiawan dan
geokimiawan telah lama penasaran dengan fakta bahwa gas mulia xenon itu jauh
lebih sedikit ditemukan di atmosfir dan di kulit bumi dibanding di matahari
(dilihat dari spektrum sinarnya) dan meteor-meteor. Satu penjelasan yang
disodorkan adalah bahwa unsur ini tersembunyi dalam senyawa kimia yang
terbentuk pada temperatur dan tekanan yang sangat tinggi di inti bumi.
(Walaupun secara umum gas-gas mulia bersifat inert (tidak/sukar bereaksi dengan
zat-zat lain), sebagian dari mereka, terutama argon dan xenon dapat membentuk
senyawa kimia). Jules Verne, seorang novelis fiksi sains bangsa Perancis abad
ke-19 pernah menulis buku dengan judul “Journey to the Center of the Earth”
pada tahun 1864. Di dalam novel ini dia bercerita tentang seorang ilmuwan yang
menemukan jalan menuju ke pusat bumi melalui gunung berapi yang sudah tidak
aktif lagi. Ide yang dicetuskan Verne sangat maju untuk waktu itu. Bahkan
sampai sekarang pun, keinginan manusia untuk menjelajahi perut bumi sampai ke
dasarnya belum terealisasikan. Banyak para ilmuwan (termasuk kimiawan yang
penasaran ingin membuktikan penjelasan tentang xenon di atas) yang ingin dapat
ikut serta dalam penjelajahan tersebut kalau sudah ada kendaraan yang
diciptakan khusus untuk ekspedisi ini. Tetapi justru karena belum adanya
kendaraan inilah, para geokimiawan di University of California, Berkeley putar
otak untuk membuktikan penjelasan tersebut dengan cara lain. Satu tim ilmuwan
yang dipimpin oleh Wendel A. Caldwell dan Raymond Jeanloz mencoba membuat senyawa
kimia antara unsur besi dan xenon pada suhu 3000 K dan tekanan sampai 70 Gpa di
dalam diamond anvil cell yang dipanasi dengan laser. Mereka memonitor hasilnya
memakai teknik difraksi sinar X, yang pada prinsipnya adalah memonitor
perubahan jarak antar atom-atom. Walaupun mereka berhasil melihat perubahan
fase unsur xenon itu sendiri (yang biasanya memang terbentuk pada kondisi
ekstrim yang mereka tiru di lab), tetapi mereka tidak mendeteksi terbentuknya
senyawa antara xenon dan besi. Mereka pun menyelidiki lebih mendalam masalah
ini memakai teori-teori kimia yang mereka kuasai. Ternyata setelah
menghitung-hitung senyawa hipotesa xenon dan besi, mereka berkesimpulan bahwa
ikatan kimia yang terbentuk antara atom-atom Xe-Fe terlalu lemah dan energi
yang dihasilkan tidak dapat melepas ikatan Fe-Fe yang lebih kuat. Kembali ke
soal misteri “hilangnya xenon”, para ilmuwan tersebut akhirnya menyatakan bahwa
problem ini harus dijelaskan dengan mekanisme yang lain. Mereka berkesimpulan,
“pola keberadaaan gas-gas mulia ini sepertinya terbentuk sebelum bumi dan
planet-planet lain terbentuk secara sempurna; bukannya berubah setelah itu
karena terperangkapnya gas-gas di inti bumi”. [YM] (diterjemahkan dan disadur
dari artikel “Accouting for Missing Xenon”, G. Marc Loudon, Purdue University)
Sabtu, 24 November 2012
Graduation 2012
Hari ini 24 November 2012, Wisudawan dan wisudawati Universitas Pakuan dari jenjang Pasca Sarjana, Sarjana dan Ahli madya sedang diwisuda oleh Bapak rektor Bibin Rubini di Lapangan Kampus. Dari mahasiswa/i kimia yang diwisuda hari ini adalah sebanyak 23 orang, lebih banyak dari graduation gelombang pertama bulan mei kemarin.
So, Happy Graduation untuk kakak kakak, semoga gelar yang disandang bermanfaat untuk diri sendiri dan masyarakat serta bangsa dan agama.. amiiin.
Selamat berjuang dan Sukses slalu!
So, Happy Graduation untuk kakak kakak, semoga gelar yang disandang bermanfaat untuk diri sendiri dan masyarakat serta bangsa dan agama.. amiiin.
Selamat berjuang dan Sukses slalu!
Minggu, 14 Oktober 2012
Kaka Angkat 2012
Seperti program kerja yang telah kita buat dan rutin dilaksanakan setiap tahunnya, Kaka angkat 2012 diadakan pada hari selasa kemarin, 9 oktober 2012 di kebun raya bogor. Acara ini dihadiri oleh Mahasiswa/i Kimia angkatan 2012, Anggota Himpunan Mahasiswa Kimia 2011 dan 2010, serta dihadiri juga oleh perwakilan dari Senior 2009 dan 2008.
Alhamdulillah, acara berjalan dengan lancar dan sesuai rencana. acara diisi dengan perkenalan seluruh anggota Himaska beserta senior, kemudian ada juga beberapa games, makan bersama dan tentunya pembagian kaka angkat.
Berikut dokumentasinya:
Alhamdulillah, acara berjalan dengan lancar dan sesuai rencana. acara diisi dengan perkenalan seluruh anggota Himaska beserta senior, kemudian ada juga beberapa games, makan bersama dan tentunya pembagian kaka angkat.
Berikut dokumentasinya:
Sabtu, 13 Oktober 2012
MAKRAB 2011
Acara ini dihadiri oleh seluruh anggota Himaska 2011. himaska 2010 dan perwakilan senior 2008 dan 2009. acara diisi dengan makan bersama dan sharing mengenai Himaska.
Dan kami panitia pelaksana mengucapkan terimakasih kepada seluruh keluarga besar Himaska yang telah menyempatkan untuk menghadiri acara kami. semoga acara ini akan terus dilaksanakan sebagai acara untu bersilaturahmi antar seluruh keluarga besar Himaska.
Dokumentasi Makrab:
simbolis pelepasan Jacket
Keluarga besar HIMASKA
Kamis, 04 Oktober 2012
Minyak Atsiri dari Daun Jeruk Purut: Proses Penyulingan dan Ekstraksi
Minyak atsiri dari jeruk purut dapat
diperoleh dengan melakukan penyulingan. Namun sebelum menjelaskan
tentang proses penyulingan tersebut, ada baiknya jika meninjau lebih
jauh tentang tanaman jeruk purut ini.

JerukPurut Penghasil Minyak Atsiri

Jeruk purut adalah salah satu anggota suku jeruk-jerukan, Rutacea, dari jenis Citrus. Nama latinnya adalah Citrus hystrix.
Buahnya tidak umum dimakan, karena tak enak rasanya. Banyak mengandung
asam dan berbau wangi agak keras. Tinggi pohonnya antara 2-12 meter.
Batangnya agak kecil, bengkok atau bersudut dan bercabang rendah. Batang
yang telah tua berbentuk bulat, berwarna hijau tua, polos atau
berbintik-bintik. Daun jeruk purut berwarna hijau kekuningan dan berbau
sedap. Bentuknya bulat dengan ujung tumpul dan bertangkai. Tangkai daun
bersayap lebar, sehingga hampir menyerupai daun. Daun ini banyak dipakai
untuk bumbu masakan. Buah jeruk purut lebih kecil dari kepalan tangan,
bentuknya seperti buah pir, tetapi banyak tonjolan dan berbintil. Kulit
buahnya tebal dan berwarna hijau. Buah yang matang benar berwarna
sedikit kuning. Warna daging buahnya hijau kekuningan, rasanya sangat
masam dan agak pahit.
Proses Penyulingan dan Ekstraksi Minyak Atsiri
Jika
daun jeruk purut itu disuling, dihasilkan minyak atsiri yang dari tidak
berwarna (bening) sampai kehijauan (tergantung cara ekstraksi), minyak
atsiri berbau harum mirip bau daun (jeruk purut). Minyak atsiri
hasil destilasi (penyulingan) menggunakan uap mengandung 57 jenis
komponen kimia. Yang utama dan terpenting adalah sitronelal dengan
jumlah 81, 49%, sitronelol 8,22%, linalol 3,69% dan geraniol 0,31%.
Komponen lainnya ada dalam jumlah yang sedikit.
Ekstrasi
yang dilakukan menggunakan pelarut meliputi persiapan bahan, mencampur,
mengaduk dan memanaskan bahan dan pelarut serta memisahkan pelarut dari
minyak atsiri. Metode ekstraksi yang digunakan antara lain destilasi uap, destilasi dengan cara Likens-Nickerson, maserasi dan perkolasi.
Pelarut
yang banyak digunakan untuk mengekstraksi minyak atsiri adalah etanol,
heksana, etilen diklorida, aseton, isopropanol dan metanol. Penyulingan
atau destilasi uap dilakukan dengan cara menimbang daun jeruk purut
sesuai dengan kapasitas tangki penyulingan, kemudian dirajang (dipotong
kecil-kecil). Proses penyulingan minyak atsiri dilakukan selama 6 jam.
Minyak atsiri yang diperoleh dipisahkan dari air dengan menggunakan labu
pemisah minyak. Destilasi menggunakan alat yang sama dengan destilasi
uap, hanya rajangan daun jeruk purut langsung dicampur dengan air dan
dididihkan. Dalam destilasi uap, rajangan dipisahkan dari air mendidih
oleh suatu kawat kasa, hingga hanya terkena uapnya. Proses penyulingan
dan pemisahan minyak atsirinya juga sama.
Cara Likens-Nickerson (alatnya disebut ekstraktor Lickens-Nickerso) merupakan ekstraksi minyak atsiri
dalam skala laboratorium. Rajangan daun jeruk purut dicampur dengan air
suling, lalu diletakkan dalam labu erlenmeyer 1 liter. Pelarut
ditempatkan dalam labu didih 50 ml (labu ini berhubungan dengan labu
erlenmeyer melalui pipa gas dan kondensor). Kedua labu dipanaskan sampai
mendidih hingga minyak atsiri tersuling secara simultan selama
3 jam. Pemisahan minyak atsiri dari pelarutnya dilakukan dengan
penguapan pada tekanan rendah. Pada cara maserasi, daun jeruk purut yang
telah dihancurkan direndam dalam tangki tertutup dan didiamkan beberapa
hari. Selama itu dilakukan pengadukan beberapa kali supaya larutan
minyak atsiri merata. Selanjutnya dilakukan penyaringan dan pengepresan,
hingga diperoleh cairan pelarut. Penjernihan dilakukan dengan
pengendapan atau penyaringan. Sedangkan perkolasi adalah melarutkan
minyak atsiri dari hancuran daun jeruk purut dengan pelarut yang
mengalir. Seperti halnya maserasi, daun dihancurkan lebih dulu supaya
ekstraksi berlangsung lebih cepat. Hancuran jeruk purut itu kemudian
dialiri dengan pelarut pada sebuah perkolator. Setelah proses dianggap
selesai, cairan yang diperoleh dipisahkan minyak atsirinya dengan cara
penyulingan.
sumber: http://artikelkimia.com
Sabtu, 11 Agustus 2012
Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim Piatu
Acara diisi dengan sambutan dari Ketua Jurusan kimia Unpak yakni Bapak Drs. Husain Nashrianto, M.Si; sambutan Ketua HIMASKA yakni Romi Aulia Rahman; dan sambutan dari Ketua pelaksana yakni Davit Permana. Kemudian tausiah disusul dengan solat magrib berjamaah dan Buka puasa bersama, dan terakhir santuna dari HIMASKA kepada panti asuhan Al Kahfi serta pemberian Infak sodaqoh untuk Masjid Al Kautsar.
berikut dokumentasinya:
Foto bersama panitia dan peserta Buka puasa bersama
Penyerahan santunan secara simbolis oleh ketua
Penyerahan parcel kepada penceramah oleh ketua HIMASKA
Sabtu, 07 Juli 2012
Daya Kerja Deterjen
Sebagai
bahan pembersih lainnya, deterjen merupakan buah kemajuan teknologi yang
memanfaatkan bahan kimia dari hasil samping penyulingan minyak bumi,
ditambah dengan bahan kimia lainnya seperti fosfat, silikat, bahan
pewarna, dan bahan pewangi. sekitar tahun 1960-an, deterjen generasi
awal muncul menggunakan bahan kimia pengaktif permukaan (surfaktan) Alkyl Benzene Sulfonat
(ABS) yang mampu menghasilkan busa. Namun karena sifat ABS yang sulit
diurai oleh mikroorganisme di permukaan tanah, akhirnya digantikan
dengan senyawa Linier Alkyl Sulfonat (LAS) yang diyakini relatif lebih akrab dengan lingkungan.
Pada banyak negara di dunia penggunaan ABS telah dilarang dan diganti dengan LAS. Sedangkan di Indonesia, peraturan mengenai larangan penggunaan ABS belum ada. Beberapa alasan masih digunakannya ABS dalam produk deterjen, antara lain karena harganya murah, kestabilannya dalam bentuk krim/pasta dan busanya melimpah.
Penggunaan sabun sebagai bahan pembersih yang dilarutkan dengan air di wilayah pegunungan atau daerah pemukiman bekas rawa sering tidak menghasilkan busa. Hal itu disebabkan oleh sifat sabun yang tidak akan menghasilkan busa jika dilarutkan dalam air sadah (air yang mengandung logam-logam tertentu atau kapur). Namun penggunaan deterjen dengan air yang bersifat sadah, akan tetap menghasilkan busa yang berlimpah.
Sabun maupun deterjen yang dilarutkan dalam air pada proses pencucian, akan membentuk emulsi bersama kotoran yang akan terbuang saat dibilas. Namun ada pendapat keliru bahwa semakin melimpahnya busa air sabun akan membuat cucian menjadi lebih bersih. Busa dengan luas permukaannya yang besar memang bisa menyerap kotoran debu, tetapi dengan adanya surfaktan, pembersihan sudah dapat dilakukan tanpa perlu adanya busa.
Opini yang sengaja dibentuk bahwa busa yang melimpah menunjukkan daya kerja deterjen adalah menyesatkan. Jadi, proses pencucian tidak bergantung ada atau tidaknya busa atau sedikit dan banyaknya busa yang dihasilkan. Kemampuan daya pembersih deterjen ini dapat ditingkatkan jika cucian dipanaskan karena daya kerja enzim dan pemutih akan efektif. Tetapi, mencuci dengan air panas akan menyebabkan warna pakaian memudar. Jadi untuk pakaian berwarna, sebaiknya jangan menggunakan air hangat/panas.
Pemakaian deterjen juga kerap menimbulkan persoalan baru, terutama bagi pengguna yang memiliki sifat sensitif. Pengguna deterjen dapat mengalami iritasi kulit, kulit gatal-gatal, ataupun kulit menjadi terasa lebih panas usai memakai deterjen.
Pada banyak negara di dunia penggunaan ABS telah dilarang dan diganti dengan LAS. Sedangkan di Indonesia, peraturan mengenai larangan penggunaan ABS belum ada. Beberapa alasan masih digunakannya ABS dalam produk deterjen, antara lain karena harganya murah, kestabilannya dalam bentuk krim/pasta dan busanya melimpah.
Penggunaan sabun sebagai bahan pembersih yang dilarutkan dengan air di wilayah pegunungan atau daerah pemukiman bekas rawa sering tidak menghasilkan busa. Hal itu disebabkan oleh sifat sabun yang tidak akan menghasilkan busa jika dilarutkan dalam air sadah (air yang mengandung logam-logam tertentu atau kapur). Namun penggunaan deterjen dengan air yang bersifat sadah, akan tetap menghasilkan busa yang berlimpah.
Sabun maupun deterjen yang dilarutkan dalam air pada proses pencucian, akan membentuk emulsi bersama kotoran yang akan terbuang saat dibilas. Namun ada pendapat keliru bahwa semakin melimpahnya busa air sabun akan membuat cucian menjadi lebih bersih. Busa dengan luas permukaannya yang besar memang bisa menyerap kotoran debu, tetapi dengan adanya surfaktan, pembersihan sudah dapat dilakukan tanpa perlu adanya busa.
Opini yang sengaja dibentuk bahwa busa yang melimpah menunjukkan daya kerja deterjen adalah menyesatkan. Jadi, proses pencucian tidak bergantung ada atau tidaknya busa atau sedikit dan banyaknya busa yang dihasilkan. Kemampuan daya pembersih deterjen ini dapat ditingkatkan jika cucian dipanaskan karena daya kerja enzim dan pemutih akan efektif. Tetapi, mencuci dengan air panas akan menyebabkan warna pakaian memudar. Jadi untuk pakaian berwarna, sebaiknya jangan menggunakan air hangat/panas.
Pemakaian deterjen juga kerap menimbulkan persoalan baru, terutama bagi pengguna yang memiliki sifat sensitif. Pengguna deterjen dapat mengalami iritasi kulit, kulit gatal-gatal, ataupun kulit menjadi terasa lebih panas usai memakai deterjen.
Sumber : http://www.forumsains.com
Jumat, 29 Juni 2012
Efek Toksik Merkuri Metalik (Hg0)
Merkuri dilambangkan dengan Hg, akronim dari Hydragyrum
yang berarti perak cair. Merkuri merupakan salah satu unsur logam yang
terletak pada golongan II B pada sistem periodik, dengan nomor atom 80
dan nomor massa 200.59. Logam merkuri dihasilkan secara alamiah diperoleh dari pengolahan bijihnya, Cinabar, dengan oksigen (Palar;1994).
Logam merkuri yang dihasilkan ini,
digunakan dalam sintesa senyawa senyawa anorganik dan organik yang
mengandung merkuri. Dalam kehidupan sehari-hari, merkuri berada dalam
tiga bentuk dasar, yaitu : merkuri metalik, merkuri anorganik dan
merkuri organik
Merkuri metalik dikenal juga dengan istilah merkuri unsur (mercury element),
merupakan bentuk logam dari merkuri. logam ini berwarna perak. Jenis
merkuri ini digunakan pada alat-alat laboratorium seperti termometer
raksa, termostat, spignometer, barometer dan lainya. Secara umum logam
merkuri memiliki karakteristik sebagai berikut, Berwujud cair pada suhu
kamar (250C) dengan titik beku (-390C). Merupakan
logam yang paling mudah menguap. Memiliki tahanan listrik yang sangat
rendah, sehingga digunakan sebagai penghantar listrik yang baik. Dapat
membentuk alloy dengan logam lain (disebut juga dengan amalgam)
Merkuri
metalik digunakan secara luas dalam industri, diantaranya sebagai
katoda dalam elektrolisis natrium klorida untuk menghasilkan soda kautik
(NaOH) dan gas klorin. Logam ini juga digunakan proses ektraksi logam
mulia, terutama ekstraksi emas dari bijihnya, digunakan juga sebagai
katalis dalam industri kimia serta sebagai zat anti kusam dalam cat.
Merkuri
metalik dapat masuk kedalam tubuh manusia melalui saluran pernapasan.
Termometer merkuri yang pecah merupakan salah satu contohnya. Ketika
termometer pecah, sebagian dari merkuri menguap ke udara. Merkuri
metalik tersebut dapat terhirup oleh manusia yang berada di dekatnya.
Delapan puluh persen (80%) dari merkuri uap yang
terhirup, diabsorbsi oleh alveoli paru-paru. Merkuri metalik ini masuk
dalam sistem peredaran darah manusia dan dengan bantuan hidrogen
peroksidase merkuri metalik akan dikonversi menjadi merkuri anorganik.
Penggunaan
merkuri metalik yang lain dan paling umum adalah pada amalgam gigi.
Amalgam gigi mengandung 50 % unsur merkuri, 35 % perak, 9 % timah 6 %
tembaga dan seng. Amalgam ini digunakan sebagai penambal gigi berlobang.
Tambalan amalgam melepaskan partikel mikroskopik dan uap merkuri. Kegiatan mengunyah dan meminum
makanan dan minuman yang panas menaikan frekuensi lepasnya tambalan
gigi. Uap merkuri tersebut akan di serap oleh akar gigi, selaput lendir
dari mulut dan gusi, dan ditelan, lalu sampai ke kerongkongan dan
saluran cerna.
Merkuri metalik dalam saluran gastrointestinal akan dikonversi menjadi merkuri sulfida dan diekskresikan melalui feces. Para peneliti dari Universitas Of Calgari melaporkan bahwa 10 % merkuri yang berasal dari amalgam pada akhirnya terakumulasi di dalam organ-organ tubuh (McCandless;2003)
Merkuri metalik larut dalam lemak dan didistribusikan keseluruh tubuh. Merkuri metalik dapat menembus Blood-Brain Barier (B3) atau Plasenta Barier. Keduanya merupakan selaput yang melindungi otak atau janin dari senyawa yang membahayakan. Setelah menembus Blood-Brain Barier, merkuri metalik akan terakumulasi dalam otak. Sedangkan merkuri yang menembus Placenta Barier akan merusak pertumbuhan dan perkembangan janin.
Sumber:
http://www.forumsains.com
Sabtu, 16 Juni 2012
Lomba Cepat tepat Kimia (LCTK) Tingkat SMA se-Kota dan Kabupaten Bogor
Sebelumnya kami mohon maaf yang sebesar besarnya atas keterlambatan admin untuk mempostingbeberapa even dan program kerja HIMASKA, karena ada beberapa faktor salah satunya keterbatasan fasilitas yang admin miliki. Mohon maklum adanya
Lomba Cepat tepat Kimia (LCTK) Tingkat SMA se-Kota dan Kabupaten Bogor dilaksanakan pada tanggal 28 s/d 30 mei 2012.
Acara tersebut terdiri dari Lomba Cepat tepat Kimia yang melalui beberapa tahap seleksi. Tahap pertama pengisian pilihan ganda. Tahap kedua Presentasi dengan materi yang telah ditentukan panitia, dan tahap ketiga Cerdas cermat Kimia.
Setelah melalui beberapa tahap tersebut akhirnya didapat 3 pemenang, yaitu:
Juara I SMAN 5 Kota bogor
Juara II MAN 2 Bogor Grup B
Juara III MAN 2 Bogor grup A
Sedangkan pada hari terakhir ditutup dengan Seminar tentang "KIMIA DISEKITAR KITA: MASA KINI DAN MASA YANG AKAN DATANG" dengan Bapak Judhi Rahmat, Ph.D sebagai pembicara.
Secara keseluruh acara berjalan dengan lancar walaaupun masih banyak terdapat kekurangan baik daloam persiapan maupun pelaksanaannya. Kami Panitia LCTK mengucapkan terimakasih kepada Seluruh Peserta yang ikut berpartisipasi dalam acara ini, keepada seluruh Panitia yang telah bekertja sama demi terwujudnya acara ini dan kepada Senior, alumni serta Dosen Kimia yang telah membantu baik dari dukungan maupun materi serta yang terakhir kepada para sponsor yang telah merealisdasikan permohonan dana demi terlaksananya acara ini. Sekali lagi kami ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam acara ini serta permohonan maaf yang sebesar besarnya karena dalam pelaksanaannnya masih banyak terdapat kekurangan.
Dan kami ucapkan Selamat kepada para pemenang dan Tetap semangat untuk para peserta yang belum beruntung. Sampai jumpa di 'OKA' tahun depan..
Salam HIMASKA
Lomba Cepat tepat Kimia (LCTK) Tingkat SMA se-Kota dan Kabupaten Bogor dilaksanakan pada tanggal 28 s/d 30 mei 2012.
Acara tersebut terdiri dari Lomba Cepat tepat Kimia yang melalui beberapa tahap seleksi. Tahap pertama pengisian pilihan ganda. Tahap kedua Presentasi dengan materi yang telah ditentukan panitia, dan tahap ketiga Cerdas cermat Kimia.
Setelah melalui beberapa tahap tersebut akhirnya didapat 3 pemenang, yaitu:
Juara I SMAN 5 Kota bogor
Juara II MAN 2 Bogor Grup B
Juara III MAN 2 Bogor grup A
Sedangkan pada hari terakhir ditutup dengan Seminar tentang "KIMIA DISEKITAR KITA: MASA KINI DAN MASA YANG AKAN DATANG" dengan Bapak Judhi Rahmat, Ph.D sebagai pembicara.
Secara keseluruh acara berjalan dengan lancar walaaupun masih banyak terdapat kekurangan baik daloam persiapan maupun pelaksanaannya. Kami Panitia LCTK mengucapkan terimakasih kepada Seluruh Peserta yang ikut berpartisipasi dalam acara ini, keepada seluruh Panitia yang telah bekertja sama demi terwujudnya acara ini dan kepada Senior, alumni serta Dosen Kimia yang telah membantu baik dari dukungan maupun materi serta yang terakhir kepada para sponsor yang telah merealisdasikan permohonan dana demi terlaksananya acara ini. Sekali lagi kami ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam acara ini serta permohonan maaf yang sebesar besarnya karena dalam pelaksanaannnya masih banyak terdapat kekurangan.
Dan kami ucapkan Selamat kepada para pemenang dan Tetap semangat untuk para peserta yang belum beruntung. Sampai jumpa di 'OKA' tahun depan..
Salam HIMASKA
Senin, 30 April 2012
Rocket Kimia Beragam Warna
Tahukah Anda?
Api dari rocket kimia ini tanpa bantuan korek api
PENJELASAN
LEBIH LENGKAPNYA SEDERHANA SAJA....
Reaksi
dari KCLO3 ( kalium klorat merupakan oksidator yang sangat kuat’,
jauhkan dari bahan-bahan yang mudah terbakar, senyawa organik, dan reduktor
kuat ) dengan H2SO4 pekat menghasilkan gas oksigen (O2)
yang sangat aktif sehingga menimbulkan pembakaran. Timbul warna-warni pada
nyala api karena adanya elektron-elektron yang tereksitasi ( naik ke tingkat
energi yang lebih tinggi ) lalu kembali ke keadaan semula sambil memancarkan
panjang gelombang sinar tampak yang berbeda-beda. Contohnya besi memberikan
warna kuning, tembaga warna hijau, stronsium memberikan warna merah, dan kalium
memberikan warna ungu kemerahan pada nyala api...
sistem
dari percobaan ini tak lain untuk menambah wawasan kita dalam menggunakan teori
atom untuk menjelaskan tentang spektrum warna yang dihasilkan dan memahami
bahwa reaksi nyala dapat digunakan untuk mengidentifikasi unsur secara
kualitatif serta mengetahui asal mula pembuatan kembang api...
Menarik bukan...???
tak
perlu memerlukan pemikiran yang rumit.. mulailah dengan hal-hal sederhana yang
bisa membuat orang lain kagum.. karena “chemistry
is arts”..
SEBELUMNYA
KAMI INGATKAN JANGAN MENCOBA PERCOBAAN INI JIKA TANPA PENGETAHUAN lebih
dari SIFAT DAN TAKARAN BAHAN KIMIA INI KARENA BISA BERAKIBAT
FATAL....
DEMI
KEAMANAN DAN KETERTIBAN KAMI merahasiakan PROSEDUR DAN TAKARANNYA....
Langganan:
Postingan (Atom)


