Minggu, 14 Oktober 2012

Kaka Angkat 2012

Seperti program kerja yang telah kita buat dan rutin dilaksanakan setiap tahunnya, Kaka angkat 2012 diadakan pada hari selasa kemarin, 9 oktober 2012 di kebun raya bogor. Acara ini dihadiri oleh Mahasiswa/i Kimia angkatan 2012, Anggota Himpunan Mahasiswa Kimia 2011 dan 2010, serta dihadiri juga oleh perwakilan dari Senior 2009 dan 2008.
Alhamdulillah, acara berjalan dengan lancar dan sesuai rencana. acara diisi dengan perkenalan seluruh anggota Himaska beserta senior, kemudian ada juga beberapa games, makan bersama dan tentunya pembagian kaka angkat.

Berikut dokumentasinya:







Sabtu, 13 Oktober 2012

MAKRAB 2011

Makrab (Malam Keakraban) ini bertujuan untuk mempererat silaturrahmi antara seluruh keluarga besar HIMASKA serta Senior  Himaska. acara ini juga merupakan acara pelepasan jaket untuk angkatan 2011.

Acara ini dihadiri oleh seluruh anggota Himaska 2011. himaska 2010 dan perwakilan senior 2008 dan 2009. acara diisi dengan makan bersama dan sharing mengenai Himaska.

Dan kami panitia pelaksana mengucapkan terimakasih kepada seluruh keluarga besar Himaska yang telah menyempatkan untuk menghadiri acara kami. semoga acara ini akan terus dilaksanakan sebagai acara untu bersilaturahmi antar seluruh keluarga besar Himaska.

Dokumentasi Makrab:

 simbolis pelepasan Jacket




Keluarga besar HIMASKA

Kamis, 04 Oktober 2012

Minyak Atsiri dari Daun Jeruk Purut: Proses Penyulingan dan Ekstraksi

Minyak atsiri dari jeruk purut dapat diperoleh dengan melakukan penyulingan. Namun sebelum menjelaskan tentang proses penyulingan tersebut, ada baiknya jika meninjau lebih jauh tentang tanaman jeruk purut ini.

JerukPurut Penghasil Minyak Atsiri

jeruk purut Minyak Atsiri dari Daun Jeruk Purut: Proses Penyulingan dan Ekstraksi
Jeruk purut adalah salah satu anggota suku jeruk-jerukan, Rutacea, dari jenis Citrus. Nama latinnya adalah Citrus hystrix. Buahnya tidak umum dimakan, karena tak enak rasanya. Banyak mengandung asam dan berbau wangi agak keras.  Tinggi pohonnya antara 2-12 meter. Batangnya agak kecil, bengkok atau bersudut dan bercabang rendah. Batang yang telah tua berbentuk bulat, berwarna hijau tua, polos atau berbintik-bintik. Daun jeruk purut berwarna hijau kekuningan dan berbau sedap. Bentuknya bulat dengan ujung tumpul dan bertangkai. Tangkai daun bersayap lebar, sehingga hampir menyerupai daun. Daun ini banyak dipakai untuk bumbu masakan. Buah jeruk purut lebih kecil dari kepalan tangan, bentuknya seperti buah pir, tetapi banyak tonjolan dan berbintil. Kulit buahnya tebal dan berwarna hijau. Buah yang matang benar berwarna sedikit kuning. Warna daging buahnya hijau kekuningan, rasanya sangat masam dan agak pahit.

Proses Penyulingan dan Ekstraksi Minyak Atsiri

Jika daun jeruk purut itu disuling, dihasilkan minyak atsiri yang dari tidak berwarna (bening) sampai kehijauan (tergantung cara ekstraksi), minyak atsiri berbau harum mirip bau daun (jeruk purut). Minyak atsiri hasil destilasi (penyulingan) menggunakan uap mengandung 57 jenis komponen kimia. Yang utama dan terpenting adalah sitronelal dengan jumlah 81, 49%, sitronelol 8,22%, linalol 3,69% dan geraniol 0,31%. Komponen lainnya ada dalam jumlah yang sedikit.
Ekstrasi yang dilakukan menggunakan pelarut meliputi persiapan bahan, mencampur, mengaduk dan memanaskan bahan dan pelarut serta memisahkan pelarut dari minyak atsiri. Metode ekstraksi yang digunakan antara lain destilasi uap, destilasi dengan cara Likens-Nickerson, maserasi dan perkolasi.
Pelarut yang banyak digunakan untuk mengekstraksi minyak atsiri adalah etanol, heksana, etilen diklorida, aseton, isopropanol dan metanol. Penyulingan atau destilasi uap dilakukan dengan cara menimbang daun jeruk purut sesuai dengan kapasitas tangki penyulingan, kemudian dirajang (dipotong kecil-kecil). Proses penyulingan minyak atsiri dilakukan selama 6 jam. Minyak atsiri yang diperoleh dipisahkan dari air dengan menggunakan labu pemisah minyak. Destilasi menggunakan alat yang sama dengan destilasi uap, hanya rajangan daun jeruk purut langsung dicampur dengan air dan dididihkan. Dalam destilasi uap, rajangan dipisahkan dari air mendidih oleh suatu kawat kasa, hingga hanya terkena uapnya. Proses penyulingan dan pemisahan minyak atsirinya juga sama.
Cara Likens-Nickerson (alatnya disebut ekstraktor Lickens-Nickerso) merupakan ekstraksi minyak atsiri dalam skala laboratorium. Rajangan daun jeruk purut dicampur dengan air suling, lalu diletakkan dalam labu erlenmeyer 1 liter. Pelarut ditempatkan dalam labu didih 50 ml (labu ini berhubungan dengan labu erlenmeyer melalui pipa gas dan kondensor). Kedua labu dipanaskan sampai mendidih hingga minyak atsiri tersuling secara simultan selama 3 jam. Pemisahan minyak atsiri dari pelarutnya dilakukan dengan penguapan pada tekanan rendah. Pada cara maserasi, daun jeruk purut yang telah dihancurkan direndam dalam tangki tertutup dan didiamkan beberapa hari. Selama itu dilakukan pengadukan beberapa kali supaya larutan minyak atsiri merata. Selanjutnya dilakukan penyaringan dan pengepresan, hingga diperoleh cairan pelarut. Penjernihan dilakukan dengan pengendapan atau penyaringan. Sedangkan perkolasi adalah melarutkan minyak atsiri dari hancuran daun jeruk purut dengan pelarut yang mengalir. Seperti halnya maserasi, daun dihancurkan lebih dulu supaya ekstraksi berlangsung lebih cepat. Hancuran jeruk purut itu kemudian dialiri dengan pelarut pada sebuah perkolator. Setelah proses dianggap selesai, cairan yang diperoleh dipisahkan minyak atsirinya dengan cara penyulingan.

sumber: http://artikelkimia.com