Jumat, 29 Juni 2012

Efek Toksik Merkuri Metalik (Hg0)

Merkuri dilambangkan dengan Hg, akronim dari Hydragyrum yang berarti perak cair. Merkuri merupakan salah satu unsur logam yang terletak pada golongan II B pada sistem periodik, dengan nomor atom 80 dan nomor massa 200.59.  Logam merkuri dihasilkan secara alamiah diperoleh dari pengolahan  bijihnya, Cinabar, dengan oksigen (Palar;1994).
Logam merkuri yang dihasilkan  ini, digunakan dalam sintesa senyawa senyawa anorganik dan organik yang mengandung merkuri. Dalam kehidupan sehari-hari, merkuri berada dalam tiga bentuk dasar, yaitu : merkuri metalik, merkuri anorganik dan merkuri organik
Merkuri metalik dikenal juga dengan istilah merkuri unsur (mercury element), merupakan bentuk logam dari merkuri. logam ini berwarna perak. Jenis merkuri ini digunakan pada alat-alat laboratorium seperti termometer raksa, termostat, spignometer, barometer dan lainya. Secara umum logam merkuri memiliki karakteristik sebagai berikut, Berwujud cair pada suhu kamar (250C) dengan titik beku (-390C). Merupakan logam yang paling mudah menguap. Memiliki tahanan listrik yang sangat rendah, sehingga digunakan sebagai penghantar listrik yang baik. Dapat membentuk alloy dengan logam lain (disebut juga dengan amalgam)
Merkuri metalik digunakan secara luas dalam industri, diantaranya sebagai katoda dalam elektrolisis natrium klorida untuk menghasilkan soda kautik (NaOH) dan gas klorin. Logam ini juga digunakan proses ektraksi logam mulia, terutama ekstraksi emas dari bijihnya, digunakan juga sebagai katalis dalam industri kimia serta sebagai zat anti kusam dalam cat.
Merkuri metalik dapat masuk kedalam tubuh manusia melalui saluran pernapasan. Termometer merkuri yang pecah merupakan salah satu contohnya. Ketika termometer pecah, sebagian dari merkuri menguap ke udara. Merkuri metalik tersebut dapat terhirup oleh manusia yang berada di dekatnya.
Delapan puluh persen  (80%) dari merkuri uap  yang terhirup, diabsorbsi oleh alveoli paru-paru. Merkuri metalik ini masuk dalam sistem peredaran darah manusia dan dengan bantuan hidrogen peroksidase merkuri metalik akan dikonversi menjadi merkuri anorganik.
Penggunaan merkuri metalik yang lain dan paling umum adalah pada amalgam gigi. Amalgam gigi mengandung 50 % unsur merkuri, 35 % perak, 9 % timah 6 % tembaga dan seng.  Amalgam  ini digunakan sebagai penambal gigi berlobang.
Tambalan amalgam melepaskan partikel mikroskopik dan uap merkuri. Kegiatan mengunyah dan  meminum makanan dan minuman yang panas menaikan frekuensi lepasnya tambalan gigi. Uap merkuri tersebut akan di serap oleh akar gigi, selaput lendir dari mulut dan gusi, dan ditelan, lalu sampai ke kerongkongan dan saluran cerna.
Merkuri metalik dalam saluran gastrointestinal akan dikonversi menjadi merkuri sulfida dan diekskresikan melalui feces. Para peneliti dari Universitas Of Calgari melaporkan bahwa 10 % merkuri yang berasal dari amalgam pada akhirnya terakumulasi di dalam organ-organ tubuh (McCandless;2003)
Merkuri metalik larut dalam lemak dan didistribusikan keseluruh tubuh. Merkuri metalik dapat menembus Blood-Brain Barier (B3) atau Plasenta Barier. Keduanya merupakan selaput yang melindungi otak atau janin dari senyawa yang membahayakan. Setelah menembus Blood-Brain Barier, merkuri metalik akan terakumulasi dalam otak. Sedangkan merkuri yang menembus  Placenta Barier akan merusak pertumbuhan dan perkembangan janin.
Sumber:
http://www.forumsains.com

Sabtu, 16 Juni 2012

Lomba Cepat tepat Kimia (LCTK) Tingkat SMA se-Kota dan Kabupaten Bogor

Sebelumnya kami mohon maaf yang sebesar besarnya atas keterlambatan admin untuk mempostingbeberapa even dan program kerja HIMASKA, karena ada beberapa faktor salah satunya keterbatasan fasilitas yang admin miliki. Mohon maklum adanya

Lomba Cepat tepat Kimia (LCTK) Tingkat SMA se-Kota dan Kabupaten Bogor dilaksanakan pada tanggal 28 s/d 30 mei 2012.
Acara tersebut terdiri dari Lomba Cepat tepat Kimia  yang melalui beberapa tahap seleksi. Tahap pertama pengisian pilihan ganda. Tahap kedua Presentasi dengan materi yang telah ditentukan panitia, dan tahap ketiga Cerdas cermat Kimia.

Setelah melalui beberapa tahap tersebut akhirnya didapat 3 pemenang, yaitu:
Juara I SMAN 5 Kota bogor
Juara II MAN 2 Bogor Grup B
Juara III MAN 2 Bogor grup A

Sedangkan pada hari terakhir ditutup dengan Seminar tentang "KIMIA DISEKITAR KITA: MASA KINI DAN MASA YANG AKAN DATANG" dengan Bapak Judhi Rahmat, Ph.D sebagai pembicara.

Secara keseluruh acara berjalan dengan lancar walaaupun masih banyak terdapat kekurangan baik daloam persiapan maupun pelaksanaannya. Kami Panitia LCTK mengucapkan terimakasih kepada Seluruh Peserta yang ikut berpartisipasi dalam acara ini, keepada seluruh Panitia yang telah bekertja sama demi terwujudnya acara ini dan kepada Senior, alumni serta Dosen Kimia yang telah membantu baik dari dukungan maupun materi serta yang terakhir kepada para sponsor yang telah merealisdasikan permohonan dana demi terlaksananya acara ini. Sekali lagi kami ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam acara ini serta permohonan maaf yang sebesar besarnya karena dalam pelaksanaannnya masih banyak terdapat kekurangan.

Dan kami ucapkan Selamat kepada para pemenang dan Tetap semangat untuk para peserta yang belum beruntung. Sampai jumpa di 'OKA' tahun depan..

Salam HIMASKA