Ini beberapa dokumentasi acara TOMAKI tanggal 2-4 Desember kemarin :)
Selamat datang dan tetap semangat untuk anggota baru Himaska! :)
Kamis, 09 Februari 2012
KIMIA
Selamat datang di blog Himaska!
Pertama-tama, penulis akan membahas tentang apa itu Kimia? Pembaca pasti tahu, tapi gak ada salahnya untuk coba kita bahas dan lihat lebih dalam terlebih dahulu.
Ini penulis kutip dari wikipedia:
Kimia (dari bahasa Arab: كيمياء, transliterasi: kimiya = perubahan benda/zat atau bahasa Yunani: χημεία, transliterasi: khemeia) adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi, struktur, dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan interaksi atom individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut pada tingkat makroskopik. Menurut kimia modern, sifat fisik materi umumnya ditentukan oleh struktur pada tingkat atom yang pada gilirannya ditentukan oleh gaya antaratom dan ikatan kimia.
Apa pembaca setuju? Artikel berikutnya beropini kalau kimia adalah 'ilmu sesat'. Hmm, ini lebih jelasnya:
Kimia sering disebut sebagai "ilmu sesat" karena menghubungkan berbagai ilmu lain, seperti fisika, ilmu bahan, nanoteknologi, biologi,farmasi, kedokteran, bioinformatika, dan geologi. Koneksi ini timbul melalui berbagai subdisiplin yang memanfaatkan konsep-konsep dari berbagai disiplin ilmu. Sebagai contoh, kimia fisik melibatkan penerapan prinsip-prinsip fisika terhadap materi pada tingkat atom dan molekul.
Wah wah, betul juga, ya. Selama belajar ilmu kimia, penulis berpendapat memang banyak sekali bidang ilmu lain yang dipelajari disana. Ada biokimia (dari namanya sudah jelas) Elektolisis, dilanjutkan dengan elektroanalisis; lalu ilmu matematika yang pasti sangat dibutuhkan; bahkan bahasa Inggris, dan tentunya ilmi-ilmu lain yang juga disebutkan diatas. Yuk kita lihat lebih jauh lagi:
Pertama-tama, penulis akan membahas tentang apa itu Kimia? Pembaca pasti tahu, tapi gak ada salahnya untuk coba kita bahas dan lihat lebih dalam terlebih dahulu.
Ini penulis kutip dari wikipedia:
Kimia (dari bahasa Arab: كيمياء, transliterasi: kimiya = perubahan benda/zat atau bahasa Yunani: χημεία, transliterasi: khemeia) adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi, struktur, dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan interaksi atom individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut pada tingkat makroskopik. Menurut kimia modern, sifat fisik materi umumnya ditentukan oleh struktur pada tingkat atom yang pada gilirannya ditentukan oleh gaya antaratom dan ikatan kimia.
Apa pembaca setuju? Artikel berikutnya beropini kalau kimia adalah 'ilmu sesat'. Hmm, ini lebih jelasnya:
Kimia sering disebut sebagai "ilmu sesat" karena menghubungkan berbagai ilmu lain, seperti fisika, ilmu bahan, nanoteknologi, biologi,farmasi, kedokteran, bioinformatika, dan geologi. Koneksi ini timbul melalui berbagai subdisiplin yang memanfaatkan konsep-konsep dari berbagai disiplin ilmu. Sebagai contoh, kimia fisik melibatkan penerapan prinsip-prinsip fisika terhadap materi pada tingkat atom dan molekul.
Wah wah, betul juga, ya. Selama belajar ilmu kimia, penulis berpendapat memang banyak sekali bidang ilmu lain yang dipelajari disana. Ada biokimia (dari namanya sudah jelas) Elektolisis, dilanjutkan dengan elektroanalisis; lalu ilmu matematika yang pasti sangat dibutuhkan; bahkan bahasa Inggris, dan tentunya ilmi-ilmu lain yang juga disebutkan diatas. Yuk kita lihat lebih jauh lagi:
Industri kimia mewakili suatu aktivitas ekonomi yang penting. Pada tahun 2004, produsen bahan kimia 50 teratas global memiliki penjualan mencapai 587 bilyun dolar AS dengan margin keuntungan 8,1% dan pengeluaran riset dan pengembangan 2,1% dari total penjualan.
Jadi, seperti itulah sejarah ilmu kimia, yang penulis kutip dari wikipedia. Tentunya, kita harus belajar dari sejarah juga, bukan? Siapa tahu kita akan menjadi ilmuwan selanjutnya yang sangat berpengaruh dan berguna terhadap penemuan di masa depan!
Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)











